Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial

Belum Terlambat

Tak banyak orang yang mengkritikku. Hanya ada beberapa. Itupun karena aku minta. Dan kalau yang suka rela itu biasanya hanya orang terdekatku, terutama adikku, yang ceplas-ceplos dan nyebelin, tetapi suka bener wkwk. Ya begitulah kalau sama adik sendiri haha. Meski begitu, aku juga masih begini-begini saja. Namun, setidaknya ada kritikan dari 2 orang temanku yang sangat mengena setelah aku merenungi dalam-dalam. Beginilah intinya, "Mbak Eka itu banyak keinginan, tetapi mudah menyerah. Kurang ambisius dalam mencapainya. Mudah mengalah dan pasrah". Awalnya biasa saja. Ah, memang mungkin itu kekuranganku. Tetapi, lambat laun aku berpikir, hal seperti ini akan sangat merugikan diriku sendiri. Tanpa target yang jelas. Tanpa cita-cita yang tinggi. Tanpa azzam yang kuat. Sungguh melenakan dan melemahkan potensi. Aku teringat ucapan dosenku, saat aku ta'lim di rumah beliau. Kita ini semua merugi, kecuali orang-orang beriman, yang beramal shaleh, saling menasehati dalam kebaikan, ...

Ramadhan Berbagi

            Ada kenangan yang berbeda pada Bulan Ramadhan tahun ini. Ada kebahagiaan tersendiri ketika kami akhirnya bisa mewujudkan mimpi kami, yaitu mendirikan gerakan sosial di daerah asal kami, Trenggalek. Setelah sekian lama kami merantau di Malang, seolah ada panggilan hati untuk kembali ke daerah asal dan mulai membangun desa kami. Ada keinginan untuk berbagi dan mengabdi semenjak kami menghabiskan waktu sepanjang 4 tahun di kota orang lain. Alhamdulillah, akhirnya pada Bulan Ramadhan hari ke-4, tepat pada tanggal 20 Mei 2017 kami me launching gerakan sosial kami, yaitu Gerakan Donasi Sampah untuk Literasi (DSLr). Gerakan ini bermula dari kegelisahan kami akan minimnya bahan bacaan literasi di desa, khususnya di daerah Trenggalek. Apalagi, di daerah ini juga tidak ada toko buku besar yang menjual bahan bacaan terbaru, hanya sesekali ketika ada bazar buku, warga Trenggalek dapat memperoleh buku bacaan terbaru. Di sisi lain, sampah juga me...

Aku dan Ikatanku

Dahulu, k etika aku masih kecil dan di berikan pertanyaan mengenai " Mengapa Aku Muhammadiyah?" , mungkin aku akan menjawab seperti ini " Ya, k arena aku lahir di tengah masyarakat Muhammadiyah, orangtuaku adalah seorang Muhammadiyah, atau mungkin karena aku disekolahkan di MI Muhammadiyah (MIM) . ” Jawaban yang sangat sederhana , yang terucap tanpa pikir panjang . Kala itu, alasanku dalam bermuhammadiyah hanya karena tuntutan keluarga semata atau bisa disebut sebagai warga Muhammadiyah bawaan. Ya, ketika itu memang aku belum paham urgensi dari didirikannya Muhammadiyah. Bahkan, m engenai esensi organisasi ini , aku pun belum bisa memaparkan. B anyak orang menganggap bahwa keluargaku termasuk warga Muhammadiyah . Hal ini di karena kan ibuku merupakan anggota Aisyiyah dan menjadi salah satu guru di MI Muhammadiyah di desaku . Namun demikian, sebenarnya keluargaku bukanlah keluarga Muhammadiyah yang fanatik. Bahkan, a ku pun merasa belum mengetahui apa-...

Mereka Juga Punya Berlian

Foto ini merupakan kunjungan untuk kedua kalinya ke Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Bhayangkari, Trenggalek. Kesempatan yang luar biasa, kami dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam sebuah organisasi tingkat kabupaten bisa berkunjung ke sekolah anak berkebutuhan khusus (ABK). Tujuan utama kami mengadakan kegiatan kunjungan tersebut untuk melakukan silaturahim. Kedatangan kami disambut dengan senyuman hangat oleh para anak penderita disabilitas yang tinggal di asrama SLB. Terpancar rona kebagiaan yang tak bisa disembunyikan lagi dari wajah mereka. Bukan hanya itu, perwakilan dari mereka juga mempersembahkan lagu spesial untuk kami. Piano dimainkan dengan lihai oleh seorang anak tuna netra. Nyanyian didendangkan begitu merdunya oleh anak tuna netra pula. Hati ini mulai tersentuh, suasana haru biru mulai mewarnai ketika menyaksikan kehebatan mereka memainkan alat musik. Bermain musik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kecakapan mereka. Kami yang notabenenya...

Memaksimalkan Peran Muhammadiyah dalam Rangka Memberantas Kemiskinan

(Harapan untuk Muhammadiyah) Muhammadiyah merupakan suatu gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Gerakan ini ditujukan kepada perseorangan maupun masyarakat. Muhammadiyah yang berdiri pada 18 November 1912 adalah organisasi tua, ia menjadi yang tertua di negeri ini karena organisasi yang lahir sebelumnya atau pada saat yang hampir bersamaan banyak yang sudah tinggal nama dalam sejarah. Dalam usia yang telah mencapai satu abad (103 tahun dalam kalender Hijriyah) gerakan Islam ini sebagai contoh terbaik bagi gerakan modernisme Islam yang masih mampu menunjukkan elan vitalnya untuk tetap survive dan berkiprah dalam percaturan kehidupan umat manusia (Febriansyah dkk., 2013).             Menurut Febriansyah dkk. (2013), di abad kedua ini, Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk melakukan gerakan pence...