Langsung ke konten utama

Postingan

6 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Sesuai Hadist Rasulullah Saw

Viaberita.com – Malam Lailatul Qadar .  Malam Lailatul Qadar juga disebut malam seribu bulan karena pada malam itu malaikat diperintahkan oleh Allah SWT untuk menuliskan ketetapan tentang kebaikan, rezeki dan keberkahan di setiap tahun di bulan Ramadhan. Setiap Muslim pasti menginginkan bertemu dengan Malam Lailatu Qadar. Lalu, bagaimanakah Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Yang Sesuai  dengan Hadist Rasulullah Saw ? 6 Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Sesuai Hadist Rasulullah Saw 1. Udara dan Suasana Pagi Yang Tenang Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul Qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” 2. Cahaya Mentari Redup Ada juga hadits nabi yang menginformasikan ciri malam Qadar adalah bila ada cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dasarnya dari hadits Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwa...

Catatanku, semoga bermanfaat ^^

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (QS.Al-Baqoroh:152) Selamat pagi semua. Semoga kita tetap berada di bawah petunjuk dan lindungan-Nya. Di pagi yang cerah ini, jangan pernah lupa mengucap syukur kepada-Nya yang telah mengizinkan mata kita menatap indahnya dunia ini. Semoga Dia masih berkenan memberikan cinta-Nya kepada kita. Lihatlah ke atas, awan bergerombol seperti kapas putih yang melayang-layang di atas singgasana-Nya. Lihatlah di ujung timur sana, sang mentari yang cahayanya mulai merekah, melambai-lambai agar kita tak hanya berdiam saja di rumah. Lihatlah di sekeliling kita, berbagai macam hewan dan tumbuhan yang dianugerahkan-Nya kepada kita  agar kita dapat bersyukur. Dan masih banyak lagi keagungan ciptaan-Nya yang tak mampu kita menghitungnya. Kawan, adakah diantara kalian yang masih saja suka mengeluh? Tidakkah kalian ingat akan setiap nikmat yang dib...

Memaksimalkan Peran Muhammadiyah dalam Rangka Memberantas Kemiskinan

(Harapan untuk Muhammadiyah) Muhammadiyah merupakan suatu gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Gerakan ini ditujukan kepada perseorangan maupun masyarakat. Muhammadiyah yang berdiri pada 18 November 1912 adalah organisasi tua, ia menjadi yang tertua di negeri ini karena organisasi yang lahir sebelumnya atau pada saat yang hampir bersamaan banyak yang sudah tinggal nama dalam sejarah. Dalam usia yang telah mencapai satu abad (103 tahun dalam kalender Hijriyah) gerakan Islam ini sebagai contoh terbaik bagi gerakan modernisme Islam yang masih mampu menunjukkan elan vitalnya untuk tetap survive dan berkiprah dalam percaturan kehidupan umat manusia (Febriansyah dkk., 2013).             Menurut Febriansyah dkk. (2013), di abad kedua ini, Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk melakukan gerakan pence...

MA’RIFATULLOH DAN MA’RIFATURROSUL

Ajaran pokok dari aqidah Islam adalah Ma’rifatulloh dan Ma’rifaturrosul. Oleh karena itu  perkara ini wajib diketahui pertama kali. Seseorang belum dikatakan beriman ketika belum mengimani Alloh dan Rasul-Nya dengan benar serta ibadahnya tidak sah. Al-Imam al Ghazali mengatakan: “Tidak sah ibadah seseorang kecuali setelah mengenal Alloh dengan benar”. A.   Ma’rifatulloh Ma’rifatulloh adalah mengenali Alloh dengan meyakini bahwa Alloh itu ada sebelum makhluknya (Al-Awwal). Maa’rifatulloh bukanlah mengenali dzat Alloh, karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Seseorang yang dianggap mengenal Alloh jika ia telah mengenali asma’ (nama) Alloh, sifat Alloh, dan af’al (perbuatan) Alloh yang terlihat dalam ciptaan-Nya. Dengan bekal pengetahuan itu, ia menunjukkan sikap shidq, ikhlas, menjauhi perbuatan tercela, sabar, berdakwah,dan membersihkan dakwah dari subjektivitas. Figur utama dalam ma’rifatulloh adalah Rasululloh SAW. Selanjutnya adala...

Aku Tahu ^^

Tuhan.. Jika kesabaran itu dapat kuraih Niscaya aku akan meraihnya Namun untuk meraihnya tidaklah mudah Aku tahu.. Untuk bersabar Engkau datangkan ujian ini bagi kami Ujian berupa kenikmatan maupun kesedihan Aku tahu.. Surgamu itu indah Maka pantaslah sangat sulit untuk meraihnya Perlu kesabaran Kegigihan Kerja keras Pantang menyerah Bismillah... Redam emosimu, dan siap tatap dunia yang lebih indah Semangaaaaat :)

Kau

Kau.. Yang senyum simpulnya selalu tergambar dalam angan-anganku Yang kasih sayangnya tak pernah berkurang padaku Yang senandung doanya tulus ikhlas hanya untukku Kau... Yang selalu menyelimuti hatiku yang gundah Yang selalu hadir di hari-hariku Mengobati rinduku yang menggebu-gebu Kau... Ditakdirkan Tuhan hadir dalam hidupku Ikhlas tulus menerima apa adanya aku Tak ada keegoisan sedikitpun padamu Kau... Ibuku... Kasihku... Surgaku...

Laa Tahzan

Terkadang kita merasa didholimi oleh kebenaran sejati karena yang salah dianggap benar . Sejenak teringat kejadian beberapa hari yang lalu. Secuil cerita dari temanku. “Aku menyaksikan ketidakadilan, namun aku belum mampu memberantasnya. Bukannya tak terima diperlakukan tidak adil, namun dengan demikian sama halnya aku belum mampu menegakkan keadilan.” Mungkin itulah kalimat yang bisa kutangkap dari perkataan yang dilontarkan oleh temanku. Dalam hidup keadilan tak selamanya berpihak pada kita. Ada kalanya kita merasa diperlakukan tidak adil, kita yang benar disalahkan, dan yang salah malah dibenarkan. Itulah skenario dalam hidup. Itulah ujian bagi kita. Ibaratkan hidup dengan sebuah perjalanan. Tak mungkin kita hidup dengan jalan yang selamanya mulus dan lurus, pasti kadang ada jalan yang berbatu, jalan yang menanjak naik, ada jalan yang turun melandai, ada jalan yang berliku-liku, dsb. Hidup tanpa ujian dan cobaan mungkin akan terasa hambar karena hidup memang butuh bumbu agar ki...