Langsung ke konten utama

Apakah Seburuk Itu?

Ada saat-saat tertentu ketika seseorang mulai diam-diam mempertanyakan dirinya sendiri.

Bukan karena melakukan kesalahan besar. Bukan juga karena pernah berniat menyakiti siapa pun. Namun setelah terlalu sering merasa diabaikan, tidak didengar, atau dianggap biasa saja, perlahan muncul pertanyaan yang sulit ditepis: apakah memang seburuk itu?

Awalnya mungkin hanya hal kecil. Pendapat yang jarang dianggap penting. Kehadiran yang mudah terlewatkan. Usaha yang dianggap biasa. Lama-kelamaan, semuanya menumpuk menjadi perasaan yang tidak mudah dijelaskan.

Yang paling melelahkan sering kali bukan perlakuan kasar, melainkan perasaan terus-menerus tidak benar-benar dianggap ada.

Akhirnya banyak orang mulai mengecilkan dirinya sendiri. Menahan pendapat, mengurangi harapan, dan berhenti banyak bicara karena merasa percuma jika pada akhirnya tetap tidak dipahami.

Padahal, belum tentu ada yang salah dengan dirinya.

Kadang seseorang hanya terlalu lama berada di tempat yang tidak mampu memberi ruang yang hangat bagi keberadaannya. Tempat yang terbiasa menerima pengertian tanpa pernah benar-benar belajar memahami.

Dan dari situlah keraguan mulai tumbuh. Bukan karena benar-benar buruk, melainkan karena terlalu lama merasa tidak cukup bagi orang lain.

Padahal tidak semua hal harus diukur dari bagaimana seseorang diperlakukan.

Sebab ada orang-orang baik yang perlahan kehilangan percaya diri hanya karena terlalu sering merasa tidak dianggap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...