Langsung ke konten utama

Tidak Semua Hal Perlu Diceritakan

Kadang kita cuma ingin satu hal sederhana: diakui.

Bukan ingin pamer, bukan juga ingin dianggap paling hebat. Hanya ingin orang lain tahu bahwa kita pernah berusaha, pernah berjuang, pernah sampai di titik tertentu.

Lalu tanpa sadar, cerita-cerita tentang pencapaian masa lalu mulai keluar. Mengalir saja, seperti ingin membuktikan sesuatu.

Padahal sebenarnya tidak salah.

Hanya saja, tidak semua orang menangkapnya dengan cara yang sama.
Ada yang mendengarkan biasa saja.
Ada yang justru merasa itu berlebihan.
Bahkan ada yang diam-diam jadi kurang nyaman.

Di situ kita mulai paham, ternyata tidak semua hal perlu diceritakan.

Bukan karena harus menyembunyikan diri, tapi karena tidak semua ruang butuh kita untuk terlihat “hebat”.

Kadang yang lebih penting justru sederhana:
apakah kehadiran kita membuat orang lain nyaman atau tidak.

Karena pada akhirnya,
yang diingat orang bukan seberapa banyak kita bercerita,
tapi bagaimana kita membawa diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...