Tetaplah Baik

Pada akhirnya, kita diajarkan untuk berbuat baik kepada siapa pun.

Bukan dengan memilih-milih, atau hanya berbuat baik kepada yang menyenangkan saja, tetapi kepada siapa saja. Semampu kita. 

Karena kebaikan itu sejatinya bukan semata tentang orang lain, melainkan tentang bagaimana kita menjaga hati dan sikap kita sendiri.

Dalam ajaran Islam pun diingatkan, jangan terlalu membenci, dan jangan pula terlalu mencintai—cukup sewajarnya. Karena bisa jadi, yang hari ini terasa tidak kita sukai, suatu saat berubah menjadi baik. Dan yang hari ini terasa dekat, belum tentu selalu demikian.

Karena itu, bersikap secukupnya menjadi penting. Tetap berbuat baik, tanpa harus berlebihan. Tetap peduli, tanpa kehilangan diri sendiri.

Jika ada yang menyakiti, kita belajar untuk memaafkan. Bukan karena mereka benar, tetapi karena kita tidak ingin terus terbebani. Dan ketika sesuatu mulai terasa mengganggu atau melewati batas, tidak apa-apa untuk menjaga jarak. Itu bukan berarti kita berubah menjadi buruk, melainkan bentuk kita menjaga diri.

Cukup jalani dengan niat baik, hati yang seimbang, dan batas yang tetap terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

Mengapa Anak Perlu Belajar dari Alam Sekitar?

KERJAKAN SESUATU YANG BERMANFAAT