Langsung ke konten utama

Tetaplah Baik

Pada akhirnya, kita diajarkan untuk berbuat baik kepada siapa pun.

Bukan dengan memilih-milih, atau hanya berbuat baik kepada yang menyenangkan saja, tetapi kepada siapa saja. Semampu kita. 

Karena kebaikan itu sejatinya bukan semata tentang orang lain, melainkan tentang bagaimana kita menjaga hati dan sikap kita sendiri.

Dalam ajaran Islam pun diingatkan, jangan terlalu membenci, dan jangan pula terlalu mencintai—cukup sewajarnya. Karena bisa jadi, yang hari ini terasa tidak kita sukai, suatu saat berubah menjadi baik. Dan yang hari ini terasa dekat, belum tentu selalu demikian.

Karena itu, bersikap secukupnya menjadi penting. Tetap berbuat baik, tanpa harus berlebihan. Tetap peduli, tanpa kehilangan diri sendiri.

Jika ada yang menyakiti, kita belajar untuk memaafkan. Bukan karena mereka benar, tetapi karena kita tidak ingin terus terbebani. Dan ketika sesuatu mulai terasa mengganggu atau melewati batas, tidak apa-apa untuk menjaga jarak. Itu bukan berarti kita berubah menjadi buruk, melainkan bentuk kita menjaga diri.

Cukup jalani dengan niat baik, hati yang seimbang, dan batas yang tetap terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...