Langsung ke konten utama

Setiap Orang Punya Ujiannya

Kadang kita merasa hidup sendiri yang paling berat.

Ada capek, ada keluhan, ada hal-hal yang terasa tidak sesuai harapan.
Dan tanpa sadar, hati mulai membandingkan—kenapa hidup orang lain terlihat lebih mudah.

Padahal, kalau dilihat lebih dekat, setiap orang punya ujiannya masing-masing.

Ada yang diuji dalam rumah tangga.
Ada yang diuji dalam ekonomi.
Ada yang diuji dengan penantian—entah tentang pasangan, pekerjaan, atau kehadiran anak.

Tidak semua cerita terlihat di permukaan.
Tidak semua luka diceritakan.

Yang terlihat seringkali hanya bagian baiknya saja.

Di sinilah kita sering keliru.

Merasa hidup sendiri berat,
padahal bisa jadi orang lain sedang memikul hal yang jauh lebih sulit—hanya saja tidak terlihat.

Hidup ini memang tempat ujian.

Bukan untuk dibandingkan,
tapi untuk dijalani dengan sabar dan syukur.

Karena setiap ujian sudah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Dan seringkali, yang membuat terasa berat bukan ujiannya,
tapi cara kita memandangnya.

Saat terlalu fokus pada kekurangan, hati jadi sempit.
Saat mulai melihat apa yang masih dimiliki, hati perlahan jadi lebih tenang.

Maka mungkin, yang perlu dilatih bukan hidup tanpa masalah,
tapi hati yang tetap bisa bersyukur di tengah keadaan.

Karena tujuan akhir kita bukan sekadar merasa hidup mudah,
tapi bagaimana tetap dekat dengan Allah dalam setiap kondisi.

Baik saat lapang, maupun saat sempit.

Jadi ketika merasa lelah, boleh berhenti sejenak.
Boleh mengeluh dalam doa.

Tapi jangan lupa, masih banyak hal yang patut disyukuri.

Karena seringkali, apa yang kita miliki hari ini,
adalah hal yang sedang orang lain doakan.

Dan dari situlah hati belajar kembali—
untuk cukup, dan untuk bersyukur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...