Langsung ke konten utama

Rumah yang Tak Selalu Rapi

Sejak ada anak, rumah rasanya tidak pernah benar-benar rapi lagi.

Baru saja dibereskan, tidak lama kemudian sudah berubah.
Mainan berpindah, barang tidak lagi di tempatnya, dan semuanya terasa cepat sekali “kembali berantakan”.

Awalnya mungkin ingin semuanya tetap seperti dulu—rapi, tertata, tenang.

Tapi seiring waktu, mulai terasa… ritmenya memang sudah berbeda.

Bukan karena tidak ingin merapikan.
Bukan juga karena tidak peduli.

Hanya saja, ada hal lain yang sekarang lebih menyita perhatian.

Dan di tengah semua itu, pelan-pelan belajar memahami,
bahwa rumah yang tidak selalu rapi bukan berarti tidak terurus.

Kadang justru itu tanda bahwa rumah sedang “hidup”.

Ada aktivitas, ada proses belajar, ada momen-momen kecil yang terus terjadi setiap hari.

Akhirnya, standar pun ikut menyesuaikan.

Tidak harus selalu sempurna.
Tidak harus selalu terlihat rapi setiap saat.

Cukup dibereskan seperlunya, sebisanya.

Karena pada akhirnya, rumah bukan hanya tentang kerapian,
tapi tentang bagaimana di dalamnya tetap ada rasa nyaman, hangat, dan tempat untuk pulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...