Menjaga Lisan, Menjaga Hati
Sering kali kita tanpa sadar mudah membicarakan orang lain—hal-hal kecil, kekurangan, atau kesalahan yang sebenarnya tidak perlu disampaikan.
Padahal, kita pun pernah salah. Kita pun punya kekurangan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Jadi rasanya tidak adil ketika kita begitu mudah melihat kekurangan orang, tapi lupa bahwa kita juga tidak sempurna.
Setiap orang punya sisi yang tidak terlihat. Ada cerita yang tidak kita tahu, ada alasan di balik sikap yang mungkin kita salah pahami. Dan di balik itu semua, selalu ada sisi baik yang kadang tidak kita lihat karena kita terlalu fokus pada kekurangannya.
Karena itu, menahan diri untuk tidak ghibah bukan hanya soal aturan, tapi soal menjaga hati. Menjaga lisan agar tidak menyakiti, dan menjaga diri agar tidak terbiasa melihat orang lain dari sisi buruknya saja.
Bukan berarti kita harus menutup mata dari kesalahan, tapi lebih pada memilih untuk tidak memperbincangkannya tanpa manfaat.
Kadang, diam itu jauh lebih baik. Bukan karena tidak punya pendapat, tapi karena kita memilih untuk tidak menambah beban—baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Dan pada akhirnya, kita semua sama-sama sedang belajar.
Komentar
Posting Komentar