Menjaga Jarak, Bukan Berarti Membenci

Kadang dalam hidup, ada orang yang dulu terasa sangat dekat, tapi perlahan tidak lagi seintens dulu.

Bukan karena ada masalah besar.
Bukan juga karena pernah bertengkar.

Hanya saja, seiring waktu berjalan, arah hidup mulai berbeda.

Aktivitas berubah, lingkungan berganti, dan tanpa disadari, frekuensi komunikasi pun ikut merenggang.

Ada yang tetap dekat, tapi ada juga yang akhirnya cukup saling tahu.

Di titik tertentu, muncul perasaan yang tidak selalu mudah dijelaskan.

Bukan sesuatu yang besar, tapi cukup terasa.
Kadang hati terasa tidak selega biasanya.
Kadang butuh jeda untuk kembali menata rasa.

Bukan karena tidak senang,
tapi karena ingin tetap menjaga hati.

Akhirnya, memilih untuk menjaga jarak.

Bukan untuk memutus hubungan.
Bukan karena tidak suka.

Tapi sebagai cara untuk menjaga diri sendiri.

Dalam ajaran kita, hati adalah sesuatu yang sangat dijaga.
Apa yang sering dilihat, didengar, dan dipikirkan perlahan akan memengaruhi isi hati.

Ketika hati mulai terasa tidak nyaman, mengambil jarak bisa menjadi bentuk ikhtiar sederhana agar tetap berada dalam kondisi yang baik.

Bukan menjauh dari orangnya,
tapi menjaga agar perasaan tetap lurus.

Di era sekarang, kehidupan orang lain begitu mudah terlihat. Pencapaian, kesibukan, bahkan momen-momen terbaik sering kali hadir tanpa diminta.

Kalau tidak disikapi dengan bijak, hati bisa menjadi sempit dan mudah goyah.

Padahal, setiap orang punya jalan dan waktunya masing-masing, dan Allah sudah mengatur semuanya dengan sangat tepat.

Karena itu, memberi jeda pada diri sendiri bukanlah hal yang salah.

Justru itu bagian dari menjaga hati agar tetap tenang, tetap bersyukur, dan tetap mampu berprasangka baik.

Bukan berarti hubungan berubah menjadi buruk.
Bukan juga karena ada perasaan negatif.

Hanya sedang belajar menata hati agar tetap bersih dalam memandang orang lain.

Dan mungkin, di waktu yang lebih lapang, semuanya bisa kembali terasa ringan—tanpa beban, tanpa jarak di dalam hati.

Karena pada akhirnya, menjaga hati bukan tentang menjauh dari orang lain,

melainkan tentang menjaga diri agar tetap baik di hadapan Allah dan tetap baik dalam memperlakukan sesama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

Mengapa Anak Perlu Belajar dari Alam Sekitar?

KERJAKAN SESUATU YANG BERMANFAAT