Mendekat kepada-Nya
Pelan-pelan aku mulai menyadari, setiap kali hati terasa penuh—saat keadaan terasa tidak mudah, pikiran mulai sesak, atau arah terasa belum jelas—yang paling menenangkan justru saat aku kembali mendekat kepada Allah.
Bukan karena semua masalah langsung selesai, tapi ada rasa yang perlahan ditenangkan.
Kadang kita terbiasa mencari jawaban ke mana-mana, memikirkan semuanya sendiri, berharap semuanya cepat jelas. Padahal, ada momen di mana yang kita butuhkan bukan jawaban, tapi ketenangan.
Di situ aku belajar untuk berhenti sejenak. Tidak selalu harus memahami semuanya, cukup kembali, cukup mendekat.
Lewat doa yang sederhana, lewat diam yang lebih jujur, hati seperti diberi ruang. Tidak lagi terasa sesak seperti sebelumnya.
Keadaannya mungkin masih sama, tapi cara kita menjalaninya jadi berbeda. Lebih pelan, lebih ringan.
Ternyata, bukan selalu tentang mengubah keadaan, tapi tentang ke mana kita kembali saat keadaan terasa berat.
Komentar
Posting Komentar