Ketika Merasa Tertinggal

Ada momen dalam hidup ketika kita mendengar cerita tentang orang lain yang berkembang dengan baik.

Tentang pencapaian, tentang kemajuan, tentang hal-hal yang membuat orang lain bangga.

Di satu sisi, tentu ikut senang.

Tapi di sisi lain, ada rasa kecil yang sulit dijelaskan.
Bukan sesuatu yang besar, tapi cukup membuat hati jadi lebih diam dari biasanya.

Seperti tiba-tiba ingin melihat ke dalam diri sendiri.

Bukan untuk membandingkan secara terang-terangan,
tapi lebih ke mempertanyakan pelan-pelan: sudah sampai di mana?

Perasaan seperti ini sebenarnya wajar.

Apalagi di tengah lingkungan yang terus bergerak, di mana perkembangan orang lain bisa terlihat dengan jelas.

Kadang yang terlihat adalah hasilnya,
sementara prosesnya tidak selalu tampak.

Di sinilah hati perlu dijaga.

Karena kalau tidak hati-hati, rasa yang awalnya kecil bisa berubah menjadi beban.

Padahal, setiap orang punya jalannya masing-masing.

Ada yang sedang melangkah cepat.
Ada yang berjalan pelan.
Ada juga yang sedang berhenti sejenak untuk menata arah.

Dan semuanya tetap bagian dari proses.

Dalam pandangan agama, yang dilihat bukan siapa yang paling cepat sampai,
tapi siapa yang tetap berusaha dan tetap menjaga hatinya.

Karena tidak semua proses harus terlihat,
dan tidak semua kebaikan harus segera tampak hasilnya.

Maka ketika perasaan itu datang, tidak perlu ditolak.

Cukup disadari, lalu dikembalikan pelan-pelan.

Bahwa setiap perjalanan punya waktunya sendiri.
Bahwa yang belum terlihat hari ini, bukan berarti tidak ada.

Dan bahwa nilai diri tidak ditentukan dari seberapa sering dibandingkan dengan orang lain.

Kadang, yang perlu dilakukan hanya melanjutkan langkah.

Tidak perlu terlalu jauh melihat ke depan,
tidak juga terlalu sering melihat ke samping.

Cukup fokus pada jalan sendiri, sambil tetap menjaga hati agar tetap tenang dan cukup.

Karena pada akhirnya, setiap orang akan sampai—
dengan cara dan waktunya masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

Mengapa Anak Perlu Belajar dari Alam Sekitar?

KERJAKAN SESUATU YANG BERMANFAAT