Langsung ke konten utama

Bukan Soal Besar, Konsisten Itu Soal Rutin

Kadang kita ngerasa belum jadi orang yang konsisten.

Punya banyak rencana, tapi sering berhenti di tengah jalan.

Padahal sebenarnya, konsisten itu bisa dilihat dari hal sederhana:
tujuan kecil yang kita buat itu jalan atau nggak?

Nggak perlu langsung mikir target besar dulu.
Coba lihat hal kecil sehari-hari.

Contoh paling gampang: diet.
Semua orang tahu tujuannya—pengen lebih sehat atau nurunin berat badan.

Tapi yang bikin berhasil itu bukan semangat di awal,
melainkan hal kecil yang diulang tiap hari.

Hari ini bisa nggak ngurangin makan yang berlebihan?
Bisa nggak nolak jajan yang nggak perlu?
Bisa nggak tetap jalan meskipun hasilnya belum kelihatan?

Kelihatannya sepele, tapi justru itu inti dari konsistensi.

Karena konsisten bukan soal sekali melakukan hal besar,
tapi melakukan hal kecil terus-terusan.

Kalau hal kecil aja masih sering bolong,
wajar kalau target besar susah tercapai.

Sebaliknya, kalau hal kecil bisa dijaga,
pelan-pelan kita bakal ngerasa, “Oh ternyata bisa ya.”

Dari situ baru naik ke target berikutnya.

Jadi nggak usah kebanyakan target dulu.
Mulai dari satu hal kecil, tapi beneran dijaga.

Karena perubahan besar itu biasanya bukan dari hal besar,
tetapi dari hal kecil yang dilakukan terus-menerus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...

KERJAKAN SESUATU YANG BERMANFAAT

Bismillah. Sahabat, marilah sejenak mengingat-ingat segala hal yang telah kita lakukan hari ini. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Kita semua tahu, waktu yang telah berlalu tak akan mungkin bisa kembali. Tak mungkin bisa berulang. Dan apapun yang telah kita lakukan, semua pasti diawasi oleh-Nya. Tiada lekang oleh penilaian-Nya, dan semuanya pasti akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Lalu, hal apakah yang telah kita perbuat hari ini? Apakah hal yang penuh kebermanfaatan ataukah sebaliknya? Apakah di sela waktu tersebut selalu terselip nama-Nya dalam dzikir kita? Apakah telah terbaca merdu kalam-Nya pada setiap waktu yang dianugerahkan-Nya? Apakah kita telah meninggalkan hal yang tak bermanfaat untuk setiap detiknya? Marilah kita bersama bermuhasabah. Atas setiap detik waktu yang diberi. Atas setiap degup jantung yang berdetak. Atas setiap nafas yang berhembus. Karena semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya. Marilah kita manfaatkan segala kesempatan yang ad...

Yuk, Kita Mulai

Telah banyak kisah teladan perihal bersedekah dan berbagi, utamanya kisah di zaman nabi dan para generasi terbaik setelahnya. Kali ini, sengaja saya memulai tulisan dengan memaparkan kisah para pendahulu kita, bukan dengan pengalaman saya ataupun orang-orang di sekitar saya. Alasannya disampaikan oleh hadits ini, “ Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.”  (HR. Bukhari & Muslim). Maka, teladan terbaik ialah kisah di zaman Nabi Muhammad, kemudian generasi setelahnya. Kisah menarik datang dari seorang tabi’in, yang setiap hari pergi ke masjid di awal waktu. Setiap ia pergi ke masjid, sakunya tak pernah kosong; selalu ada isinya. Isi sakunya bisa bermacam-macam dan bisa bergonta-ganti di setiap harinya, tergantung pada barang yang ia punya. Ia pernah membawa uang, roti, maupun gandum. Bahkan suatu ketika, ia pernah membawa bawang merah di sakunya. Oleh karenanya, ia pun ditegur oleh salah satu sahabat,  “Me...