Langsung ke konten utama

Waktu Itu Ada, tetapi Mengapa Terasa Tidak Cukup?

Kadang muncul rasa lelah dan merasa waktu terasa kurang.
Banyak hal yang harus dilakukan—mengurus rumah, mencuci, memasak, hingga berbagai tanggung jawab lainnya.

Sekilas terasa seperti waktu memang tidak cukup.

Namun ketika dipikirkan kembali,
bukan selalu karena aktivitasnya yang terlalu banyak,
melainkan karena waktu yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Tanpa disadari, cukup banyak waktu yang habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti terlalu lama scroll media sosial. Terasa sebentar, tapi ternyata menghabiskan banyak waktu tanpa benar-benar memberi manfaat.

Di titik itu mulai muncul pertanyaan,
mungkin bukan waktunya yang kurang,
tapi keberkahannya yang belum terasa.

Karena waktu yang sedikit bisa terasa cukup jika berkah,
dan waktu yang banyak pun bisa terasa habis begitu saja jika tidak dijaga.

Keberkahan waktu bukan hanya tentang banyaknya waktu yang dimiliki,
tapi bagaimana waktu itu digunakan.
Apakah diisi dengan hal yang mendekatkan pada kebaikan,
atau justru habis tanpa arah.

Di situlah perlu belajar lagi.
Belajar mengurangi hal yang tidak perlu,
menata kembali prioritas,
dan mengisi waktu dengan hal-hal yang lebih bermakna.

Semoga setiap waktu yang diberikan tidak hanya cukup,
tapi juga membawa keberkahan.

Pelan-pelan diperbaiki,
pelan-pelan ditata kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...