Langsung ke konten utama

Hal-Hal yang Harus Bunda Tanyakan Ketika Konsultasi ke Konselor Laktasi

Halo teman-teman, pengalaman aku dulu, di awal belum bisa mengasihi dengan lancar. Nah aku minta bantuan konselor laktasi untuk membantu proses menyusuiku. Kebetulan aku konsul online ya. Sebelum konsul, bunda sebaiknya menyiapkan dulu pertanyaannya supaya bisa lebih lancar pas konsultasi. Karena kan waktu konsulnya terbatas. Sayang sekali kalau pas waktu konsul terbuang sia-sia.

Sebelum konsul pasti konselornya tanya dulu alasan mengapa kok konsul? Masalahnya apa aja? Silahkan bunda ceritakan semua masalah dan kondisi bunda dan bayi terkait pemberian asi. Baru setelah itu bisa tanya jawab. Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa bunda tanyakan ya.

1. Apakah bayi akan baik-baik saja jika tidak minum asi di awal kehidupannya? Berapa lama bayi bisa bertahan?

2. Mengapa asi saya belum keluar pasca bayi lahir? Bagaimana cara mempercepat supaya asi bisa keluar?

3. Bayi saya terlanjur kenal dot, lalu sekarang sedang bingung puting. Bagaimana cara mengatasinya?

4. Bayi saya nangis terus ketika disodori asi, apakah berarti asi saya ga lancar?

5. Bagaimana posisi menyusui yang benar?

6. Bagaimana tanda bayi lapar dan kenyang? Kalau bayi nangis terus apakah dia masih lapar?

7. Bagaimana memulai relaktasi? Alat-alat apa saja yang diperlukan?

8. Bagaimana cara supaya bayi bisa segera mau minum asi?

9. Bagaimana memompa asi yang benar? Berapa lama durasi waktunya supaya asi bisa lancar?

10. Bagaimana ibu eping itu? Apakah lebih susah?

11. Kadang kita tidak tega mendengar suara bayi yang menangis terus karena belum bisa minum ASI dan lalu menyodorkan dot. Apakah ini benar?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...

KERJAKAN SESUATU YANG BERMANFAAT

Bismillah. Sahabat, marilah sejenak mengingat-ingat segala hal yang telah kita lakukan hari ini. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Kita semua tahu, waktu yang telah berlalu tak akan mungkin bisa kembali. Tak mungkin bisa berulang. Dan apapun yang telah kita lakukan, semua pasti diawasi oleh-Nya. Tiada lekang oleh penilaian-Nya, dan semuanya pasti akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Lalu, hal apakah yang telah kita perbuat hari ini? Apakah hal yang penuh kebermanfaatan ataukah sebaliknya? Apakah di sela waktu tersebut selalu terselip nama-Nya dalam dzikir kita? Apakah telah terbaca merdu kalam-Nya pada setiap waktu yang dianugerahkan-Nya? Apakah kita telah meninggalkan hal yang tak bermanfaat untuk setiap detiknya? Marilah kita bersama bermuhasabah. Atas setiap detik waktu yang diberi. Atas setiap degup jantung yang berdetak. Atas setiap nafas yang berhembus. Karena semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya. Marilah kita manfaatkan segala kesempatan yang ad...

Yuk, Kita Mulai

Telah banyak kisah teladan perihal bersedekah dan berbagi, utamanya kisah di zaman nabi dan para generasi terbaik setelahnya. Kali ini, sengaja saya memulai tulisan dengan memaparkan kisah para pendahulu kita, bukan dengan pengalaman saya ataupun orang-orang di sekitar saya. Alasannya disampaikan oleh hadits ini, “ Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.”  (HR. Bukhari & Muslim). Maka, teladan terbaik ialah kisah di zaman Nabi Muhammad, kemudian generasi setelahnya. Kisah menarik datang dari seorang tabi’in, yang setiap hari pergi ke masjid di awal waktu. Setiap ia pergi ke masjid, sakunya tak pernah kosong; selalu ada isinya. Isi sakunya bisa bermacam-macam dan bisa bergonta-ganti di setiap harinya, tergantung pada barang yang ia punya. Ia pernah membawa uang, roti, maupun gandum. Bahkan suatu ketika, ia pernah membawa bawang merah di sakunya. Oleh karenanya, ia pun ditegur oleh salah satu sahabat,  “Me...