Langsung ke konten utama

Sebuah Ikhtiar untuk Hidup Sehat

Saya seringkali tertarik dengan ceramah Ust. Zaidul Akbar mengenai Jurus Sehat Rasulullah (JSR). Beliau sering menyampaikan Quotes, "Good Food, Good Mood". Makanan itu akan mempengaruhi mood kita. Ya, benar sekali. Kalau pagi banyak makan nasi, maka bawaannya pasti ngantuk karena tubuh di pagi hari tak begitu kuat mencernanya, begitulah ucap beliau selanjutnya. Lalu saya pun berpikir, "Pantas saja. Saya sering mengantuk di kelas wkwk." Karena sejak kecil sudah dibiasakan sarapan dengan nasi, kadang juga dalam porsi cukup besar 😂. Trus, pas rapat-rapat gitu, saya juga sering ngantuk. Pasti deh, ini kebanyakan nasi dan kurang sayur haha.

Padahal, pagi itu baiknya sedikit makan. Beliau menyarankan kurma dan tempe mentah, bisa juga minum infused water dan juga makan buah sepotong saja. Pokoknya jangan banyak-banyak. Siang baru bisa makan lebih banyak. Yap, setelah kucocokkan dengan kebiasaan Rasulullah, emang mirip2 lho...
Maka, saya pun harus memulainya. Harus berusaha meniru kebiasaan Rasulullah, suri tauladan kita dalam hal apapun, termasuk menjaga kesehatan.

Nah, ini nih. Contoh ikhtiar saya hehe. Warna-warni. Segar pula. Enak juga tanpa nasi. Btw, sehari ini tadi saya gak makan nasi, tapi Alhamdulillah kuat 😂. Pas awal2 dulu bisa lemes banget kalau ndak makan nasi wkwk.



Maaf fotonya jelek, kamera seadanya. Yang bawah itu infused water lemon. Segeer. Bisa buat diet juga wkwk. Dengan makanan2 ini membuatku tidak segera mengantuk, lho 😅. Mood membuka laptop semakin membaik 😂. Alhamdulillah.

Selain itu, saya juga menyediakan stok habbatussauda, sari kurma, zaitun, dan madu, yang bisa dikonsumsi secara berkala.

Mari kita jaga terus kesehatan kita. Modal untuk masa depan. Ikhtiar biar gak gampang kena penyakit. Ikhtiar biar terus semangat beribadah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...

Profil Singkat Eka Imbia Agus Diartika untuk FIM 21

Kolaborasi tentunya menjadi hal mutlak agar kita dapat berkembang. Menjadi bagian dari Forum Indonesia Muda (FIM) ialah mimpi saya sejak 2 tahun yang lalu, 2017. Pada tahun tersebut, saya sudah mendaftarkan diri pada FIM 19, namun sayangnya, saat itu masih terhalang jarak karena saya masih berada di Malaysia dalam program PPL Internasional. Tahun ini, saya kembali membulatkan tekad untuk bisa menjadi bagian dari keluarga FIM. Untuk menjadi bagian dari FIM, tentunya dibutuhkan persiapan yang sangat matang. Di balik kegagalan saya untuk menjadi bagian dari FIM tahun 2017, saya percaya bahwa saya masih diberikan kesempatan untuk terus menggali potensi yang saya miliki dan terus memperbaiki diri, sehingga untuk FIM 21 ini saya memilih jalur Young Expert. Terlahir di sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur, yaitu Trenggalek, menjadikan saya terbiasa hidup dalam kesederhanaan. Sejak kecil, kedua orangtua saya selalu menanamkan arti perjuangan. Ayah selalu membiasakan saya untuk bekerja ke...

KERJAKAN SESUATU YANG BERMANFAAT

Bismillah. Sahabat, marilah sejenak mengingat-ingat segala hal yang telah kita lakukan hari ini. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Kita semua tahu, waktu yang telah berlalu tak akan mungkin bisa kembali. Tak mungkin bisa berulang. Dan apapun yang telah kita lakukan, semua pasti diawasi oleh-Nya. Tiada lekang oleh penilaian-Nya, dan semuanya pasti akan dimintai pertanggungjawaban kelak. Lalu, hal apakah yang telah kita perbuat hari ini? Apakah hal yang penuh kebermanfaatan ataukah sebaliknya? Apakah di sela waktu tersebut selalu terselip nama-Nya dalam dzikir kita? Apakah telah terbaca merdu kalam-Nya pada setiap waktu yang dianugerahkan-Nya? Apakah kita telah meninggalkan hal yang tak bermanfaat untuk setiap detiknya? Marilah kita bersama bermuhasabah. Atas setiap detik waktu yang diberi. Atas setiap degup jantung yang berdetak. Atas setiap nafas yang berhembus. Karena semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya. Marilah kita manfaatkan segala kesempatan yang ad...