Langsung ke konten utama

Ternyata Lulusan SMA Bisa Menjadi Pengajar Dosen

Kali ini, saya tertarik untuk menceritakan kembali cerita yang disampaikan oleh ustadzah. Seperti biasa, sebelum pembelajaran tahfidz dengan metode Jibrail dimulai, kami saling bercerita sembari menunggu peserta yang lain hadir.

Cerita dari ustadzah kali ini sangat menarik bagiku. Ustadzah kali ini menceritakan pengalamannya saat beliau diminta tanda tangan seusai mengajar tahsin para dosen di salah satu Universitas di Malang. Kala itu, ustadzah diminta menambahkan gelar di belakang namanya. "Saya hanya lulusan SMA, tidak punya gelar. Tapi saya yakin, kalau penentu kita di mata Allah bukanlah gelar dunia", begitulah kurang lebih pungkasnya.

MaasyaAllah. Memang tiadalah berarti gelar dunia jika tanpa diiringi dengan ilmu agama yang semakin mendekatkan kita kepada Allah. Begitulah cara Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu (agama), hingga lulusan SMA pun bisa menjadi pengajar dosen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...