Langsung ke konten utama

Belajarlah dari Mereka

          Mungkin kita sering menyaksikan seseorang yang pribadinya begitu memesona. Wajahnya meneduhkan, senyumnya memancarkan keikhlasan, pun kecerdasannya yang mengagumkan. Seringkali kita takjub pada pribadi seperti itu. Tak memungkiri, kita pun menginginkan keadaan seperti itu. Pribadi yang ketika dipandang akan mengingatkan kita pada Allah. Merekalah orang-orang yang selalu menjaga hubungannya dengan Allah. Merekalah pribadi yang tak pernah mencipta jarak dengan Tuhannya. Tilawah, puasa sunnah, Tahajjud, Dhuha, shalat rawatib, dan untaian kalimat dzikir ialah cara mereka menjaga kedekatan pada Rabb-Nya.

            Masya Allah, seketika diri ini merasa hina. Betapa seringnya kita melewatkan amalan yang bisa mendekatkan kita pada Tuhan. Bahkan, ketika sesekali kita beramal, lantas kita ujub dan membanggakan di hadapan orang lain. Padahal, kita pun belum tahu amalan mana yang akan diterima-Nya. Maka, belajarlah dari mereka, pribadi yang penuh keikhlasan dalam menghamba. Belajarlah dari mereka, pribadi yang giat beramal tanpa ada rasa bangga. Belajarlah dari mereka, pribadi yang selalu dekat pada Rabbnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...