Langsung ke konten utama

Yang Penting Mau

Masih berkaitan dengan seminar pengabdian masyarakat.

Saya juga mendapatkan ilmu berharga lagi dari pemateri ketiga. Materi kali ini tentang menulis artikel pengabdian masyarakat untuk diterbitkan di jurnal internasional.

Bahasan ini sepertinya memang jarang diulas. Yang seringkali menjadi bahasan workshop ataupun seminar ialah bahasan kepenulisan artikel hasil penelitian.

Ya... Sebuah penyajian materi menarik dari pemateri. Dimulai dari Q n A berkaitan dengan kepenulisan artikel ilmiah hasil pengabdian. Q n A nya begitu menarik, hingga buku catatan saya banyak yang terisi.

Pertanyaan yang paling saya ingat ialah, "Apakah artikel pengabdian masyarakat bisa dipublikasikan? Bagaimanakah tipsnya?"

Jawabannya "Bisa. Tips utamanya ialah mau. Ya, mau memulai. Mau mencoba. Mau belajar. Mau membaca panduan. Mau mengerjakan... Dan... Mau-mau yang lain hingga tembus jurnal terindeks😅."

Simpel ya. Yang penting mau. Kalau gagal, ya coba lagi. Kalau ditolak, ya perbaiki. Kirim lagi. Begitulah.

Karena tulisan yang baik adalah tulisan yang telah direvisi berkali-kali 😂.

Ini juga berlaku untuk segala hal, termasuk revisi skripsi dan tesis. Yang penting mau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...