Langsung ke konten utama

Sebelum Kita Berbicara


Sering kita mendengar sebuah kalimat, "Mulutmu Harimaumu". Rasanya memang benar. Gara-gara kesalahan kata-kata yang keluar dari mulut (lisan) kita, maka bisa-bisa membawa sebuah masalah yang lebih besar.

Sering kali kita tak menyadari, kita kadang asal bicara, ceplas-ceplos, tanpa berpikir panjang, hingga tak sadar pula sudah menghibah orang lain. Berkata bohong. Bahkan, bisa jadi fitnah juga. Aduh, sereeem. Nah, ini nih, yang kadang jadinya bisa nyakitin hati orang lain tanpa kita sadari. Tahu-tahu, orang itu sikapnya berubah sama kita.

Maka dari itu, sebelum kita berbicara, maka kita harus memikirkannya matang-matang. Jangan asal berbicara tanpa dasar. Jika diberi pertanyaan, jangan asal jawab tanpa berpikir panjang. Kalau ada sesuatu yang tak sesuai pemikiran, jangan asal ucap. Bisa fatal.

Mari kita mulai menata setiap kata dan kalimat yang keluar dari lisan kita. Pastikan yang keluar hanya yang benar. Pastikan yang didengar orang lain hanya yang baik-baik saja. Pastikan tidak berbohong. Pastikan tidak menyakiti. Pastikan paham dengan konteks yang dibicarakan. Pastikan yang bermanfaat.

Bukankah tanda orang yang beriman ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat? Tentunya termasuk perkataan yang tidak bermanfaat.

Janganlah kita terus mengelak, dengan menyampaikan, "Ini sudah sifat saya. Saya itu ceplas-ceplos. Bla bla bla...". Itu hanyalah alasan. Kita bisa berubah menjadi lebih baik. Mari bermuhasabah. Meminta pertolongan ke Allah supaya dimudahkan dalam berbicara yang baik-baik saja.

Mari kita renungi bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...