Langsung ke konten utama

MEDIA SOSIAL BIKIN BAPER?

Seiring dengan kemajuan zaman, perkembangan media sosial pun semakin pesat. Fasilitas yang ditawarkan semakin beragam, mulai dari chatting, upload foto dan video, hingga dokumen. Bahkan, saat ini juga dilengkapi lagi dengan fasilitas story atau sering dikenal dengan update status, yang otomatis akan hilang dalam kurun waktu 1 x 24 jam. Tak dapat dipungkiri, semakin berkembangnya media sosial menjadikan penggunanya memiliki kebebasan untuk berekspresi, terutama melalui fasilitas story. Setiap pengguna bebas mengupload apapun yang dikehendakinya. Sedih, bahagia, haru, maupun tangis bebas diekspresikan melalui fasilitas emoticon yang disediakan. Segala aktivitas keseharian, pencapaian yang telah diraih, informasi kegiatan, kalimat tausiyah, maupun kalimat untuk mengode si dia juga bebas diekpresikan wkwk.

Adanya kebebasan ini, ternyata juga bisa memunculkan permasalahan baru, yaitu kebaperan bagi orang yang melihat story tersebut. Baca kalimat di story si A, eh si B menebak-nebak dan merasa kalimat itu tertuju untuknya dan akhirnya juga membuat story sebagai balasan wkwk, padahal sebenarnya belum tentu story yang si A tulis ialah untuk si B. Lihat pencapaian si A yang diupload di story, eh si B baper, jadi iri dan menginginkan berada di posisi si A. Lihat aktivitas si A, eh si B bilang story gak penting, dsb. Pernah seperti itu, gak? Hehehe.

Begitulah media sosial. Tak bisa disalahkan, namun kita yang harus pandai dalam memanfaatkan. Menyiapkan hati melihat segala kebebasan ekspresi orang lain di media sosial. Kalau memang tidak suka, tidak membuka story ialah lebih baik. Begitulah cara menjaga hati. Kita sendiri juga harus tahu diri, memilah dan memilih yang hendak kita posting. Pastikan bahwa yang kita posting ialah sebuah kebaikan, memberi manfaat, ilmu, dan inspirasi. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas dan bermartabat. Jangan asal posting (nasihat untuk diriku).

Sesungguhnya, setiap perbuatan baik ialah untuk dirimu dan setiap perbuatan buruk juga untuk dirimu. Dan sungguh, setiap kebaikan akan berbalas kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...