Langsung ke konten utama

Dimanapun Berada, Tetaplah Menjadi Bermanfaat Sesuai Kapasitasmu


           Ini tentang pertengkaran hati, bagaimana menemukan jati diri menjadi sebaik-baik pribadi. Dulu, dalam benak saya selalu terpikir prestasi, prestasi, dan prestasi. Setelah berprestasi, saya pun mendapat apa yang saya ingini, menjadi mahasiswa berprestasi, diundang sebagai pemateri, dsb. Senang bukan main karena disini ialah wadah untuk mengembangkan diri dan bermanfaat untuk orang lain.

Namun sekali lagi, ini tentang pertengkaran hati. Hati kecil tak mudah dibohongi. Pujian karenanya yang datang bertubi-tubi, membuatku lebih sulit lagi mengondisikan hati untuk tak berbangga diri. Aku mengakuinya. Bagiku, pujian ibarat neraka, yang terkadang diri ini menjadi salah niat karenanya. Astaghfirullah. Disinilah kita harus berkali-kali memperbarui niat dan menata hati.

Sekali lagi, yang salah bukan prestasinya, namun hatinya. Mengondisikan hati, meluruskan niat ialah hal tersulit. Menjadi berprestasi ialah sangat membanggakan, namun disana ada amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan. Bagaimana dari prestasi itu bisa memaksimalkan kapasitas diri, menebar manfaat di setiap sisi, dan tetap istiqamah dalam menjalani.

Maka, meluruskan niat karena-Nya ialah sebaik-baik usaha. Dimanapun berada, tetaplah menjadi bermanfaat sesuai kapasitasmu, sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan-Nya. Jangan melebih-lebihkan dirimu di hadapan orang lain dan tetaplah istiqamah, tetap menjadi apa adanya. Sungguh, yang saya takut ialah diri ini terlihat baik di mata orang lain maupun di sosial media, namun sangat buruk di mata Allah. Jangan sampai segala usaha kita sia-sia tersebab salah dalam meniatkannya.

“Aku tidak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku tidak seburuk yang terlintas dihatimu.”

Ali bin Abi Thalib

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...