Langsung ke konten utama

Ukhty, Tutuplah Auratmu

            Ada suatu kejadian, yang membuatku miris. Membuat diriku tak tahan lagi jika hanya diam. Membuatku merasa bersalah jika tak mengingatkan. Suatu ketika aku mengetahui seorang lelaki yang risih karena menyaksikan aurat seorang wanita yang tersingkap. Di saat seperti ini, lalu siapa yang harus disalahkan? Lelaki yang “terpaksa” melihat aurat perempuan? Ataukah perempuannya, yang “sengaja” membuka auratnya?
            Astaghfirullah... Di sini aku tak ingin menjelekkan pihak manapun. Namun, itulah fakta yang sudah tak asing lagi. Banyak sekali di luar sana, perempuan yang masih suka membuka auratnya. Ataupun ketika sudah menutup auratnya, namun dengan pakaian ketat, dan ada bagian yang terlihat. Wahai ukhty, bukankah menutup aurat adalah salah satu cara menjaga tubuhmu? Ya, ibarat sebuah permen, ia akan terjaga jika ada bungkusnya.
            Maka, tutuplah auratmu. Bantu lelaki menundukkan pandangannya. Bantu mereka meminimalisir “membayangkan” indah tubuhmu. Sungguh, tubuh seorang perempuan akan terlihat sangat indah ketika ia tertutup rapi oleh jilbabnya. Ia akan lebih terjaga jika tak diumbar untuk sembarang lelaki yang bukan muhrimnya.
Ya, menutup aurat mungkin tak bisa menunjukkan baik-buruknya akhlak kita. Namun, dengan menutup aurat, kita telah menjalankan kewajiban kita sebagai seorang perempuan. Bisa jadi, dimulai dengan menutup aurat saat ini, menjadi sebuah alasan Allah mendatangkan hidayah kepada kita semua. Maka, marilah kita bersama-sama menutup aurat dengan sempurna. Dan aku pun masih belajar untuk hal itu.

Semangat berproses memperbaiki diri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...