Aku Lebih Kuat
Ternyata, tanpa sadar aku jadi lebih kuat.
Banyak hal yang aku pelajari dari pengalaman, terutama saat harus menghadapi situasi yang tidak selalu mudah, termasuk ketika berhadapan dengan emosi orang lain yang kadang muncul tiba-tiba, tanpa bisa kita tebak. Di situ aku mulai belajar bahwa tidak semua hal perlu direspon dengan cepat, tidak semua sikap orang harus langsung ditanggapi.
Awalnya tentu tidak mudah. Ada rasa tidak nyaman, kadang juga kepikiran. Hal-hal kecil bisa terasa besar kalau terus dipikirkan. Tapi pelan-pelan, dari situ aku mulai belajar menahan diri. Belajar untuk tidak langsung bereaksi, tidak ikut terbawa suasana, dan memberi jeda sebelum merespon.
Dari situ juga aku mulai memahami bahwa kita tidak selalu bisa mengatur keadaan atau orang lain, tapi kita selalu punya pilihan bagaimana menyikapinya. Dan ternyata, ketika kita memilih untuk lebih tenang, semuanya terasa lebih ringan.
Sekarang, ketika menghadapi orang lain, rasanya jadi lebih santai. Tidak semua perlu dimasukkan ke hati, tidak semua perlu dipikirkan terlalu dalam. Ada hal-hal yang cukup dilewatkan saja, tanpa harus diberi ruang lebih di pikiran.
Bahkan dalam situasi yang sama pun, responku sudah berbeda. Lebih pelan, lebih terjaga. Bukan karena tidak peduli, tapi karena sudah belajar mana yang perlu ditanggapi dan mana yang cukup dilepaskan.
Lucunya, hal-hal yang dulu terasa berat, yang sempat membuat lelah, justru perlahan membentuk cara pandang yang baru. Membuat aku lebih sabar, lebih memahami, dan tidak mudah goyah oleh hal-hal kecil.
Ternyata benar, dari pengalaman kita belajar. Dan dari proses itu, tanpa sadar, kita sedang dikuatkan.
Komentar
Posting Komentar