Langsung ke konten utama

Aku Lebih Kuat

Ternyata, tanpa sadar aku jadi lebih kuat.

Banyak hal yang aku pelajari dari pengalaman, terutama saat harus menghadapi situasi yang tidak selalu mudah, termasuk ketika berhadapan dengan emosi orang lain yang kadang muncul tiba-tiba, tanpa bisa kita tebak. Di situ aku mulai belajar bahwa tidak semua hal perlu direspon dengan cepat, tidak semua sikap orang harus langsung ditanggapi.

Awalnya tentu tidak mudah. Ada rasa tidak nyaman, kadang juga kepikiran. Hal-hal kecil bisa terasa besar kalau terus dipikirkan. Tapi pelan-pelan, dari situ aku mulai belajar menahan diri. Belajar untuk tidak langsung bereaksi, tidak ikut terbawa suasana, dan memberi jeda sebelum merespon.

Dari situ juga aku mulai memahami bahwa kita tidak selalu bisa mengatur keadaan atau orang lain, tapi kita selalu punya pilihan bagaimana menyikapinya. Dan ternyata, ketika kita memilih untuk lebih tenang, semuanya terasa lebih ringan.

Sekarang, ketika menghadapi orang lain, rasanya jadi lebih santai. Tidak semua perlu dimasukkan ke hati, tidak semua perlu dipikirkan terlalu dalam. Ada hal-hal yang cukup dilewatkan saja, tanpa harus diberi ruang lebih di pikiran.

Bahkan dalam situasi yang sama pun, responku sudah berbeda. Lebih pelan, lebih terjaga. Bukan karena tidak peduli, tapi karena sudah belajar mana yang perlu ditanggapi dan mana yang cukup dilepaskan.

Lucunya, hal-hal yang dulu terasa berat, yang sempat membuat lelah, justru perlahan membentuk cara pandang yang baru. Membuat aku lebih sabar, lebih memahami, dan tidak mudah goyah oleh hal-hal kecil.

Ternyata benar, dari pengalaman kita belajar. Dan dari proses itu, tanpa sadar, kita sedang dikuatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita MengASI-hi

Halo mom. Rasanya banyak sekali nih ceritaku tentang peran baruku sebagai ibu hehe. Malah peran baru sebagai istri belum pernah kutulis ya di blog ini. Semoga nanti sempat nulis deh. Yap, aku nulis ini sekaligus healing ya mom. Pas anak lagi tidur aku nyempetin nulis biar ada cerita yang bisa dikenang tentang lika liku membesarkan buah hatiku 🥰 Kali ini aku mau cerita tentang drama mengASI-hi ya mom. Mungkin bagi mom sekalian ini hal yang mudah, tapi bagiku ini perlu kesabaran ekstra di awal² menyusui  hehe 😆 Dan saya yakin setiap ibu pasti punya cerita perjuangannya masing². Awal cerita, Arya tidak bisa direct breast feeding (DBF) alias nenen langsung. Jadi di awal² kelahiran Arya dulu, Arya sering pakai dot sebagai media memberikan susu. Usai lahiran, ASI ku belum keluar, jadi waktu di rumah sakit Arya diberikan susu formula dulu. Ya, meskipun katanya bayi bisa bertahan sampai sekitar 3 hari sambil nunggu ASI, tapi banyak juga pengalaman yang bayinya kuning dan harus disinar ka...

Tanya Jawab Tentang Kepenulisan

1.     Bagaimana cara untuk mulai menulis ? Apabila ditanya cara untuk memulai menulis, tentunya ini bukanlah hal yang terlalu teoritis. Setiap penulis punya cara tersendiri untuk memulai menulis dan mungkin cara mereka juga berbeda-beda. Ada yang memulai dengan menuliskan idenya di kertas dan membuat kerangkanya, ada yang langsung mengetik di komputer, ada yang mencari target lomba menulis terlebih dahulu, ada pula yang mempunyai banyak ide, namun susah menuliskannya sebelum berdiskusi. Nah, saya juga punya tips sendiri untuk memulai menulis. Inilah cara yang kerap kali saya terapkan ketika memulai menulis. a. Menuliskan target Menurut pengalaman saya, inilah cara yang paling ampuh untuk memulai menulis, terutama untuk penulis pemula. Dengan menuliskan target, maka secara tidak langsung akan memaksa dan membiasakan diri kita untuk menulis. Saya biasanya menulis target menulis terdekat di buku khusus untuk beberapa bulan ke depan. Apa yang saya tulis ialah da...